Archive for January 28th, 2008

Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias

Oleh : Darman Zebua  

Ketika sebuah pertanyaan timbul mengenai nias, apa sesungguhnya kekuatan atau daya tarik pariwisata nias  yang membedakannya dengan negara lain, sehingga layak dijual ? 

Banyak orang akan menjawab karena keindahan alamnya, budaya yang unik, megalit yang telah berumur ribuan tahun atau karena nilai arsitektur rumah tradisonalnya. Mungkin jawaban itu menjadi sebuah jawaban yang tepat (akan tetapi ini hanya bagi orang yang belum pernah melakukan perjalanan wisata ke mancanegara yang belum pernah melihat alam, budaya, peninggalan sejarah negara lainnya). Continue reading ‘Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias’

Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.

Oleh : Darman Zebua

Pemanasan global (Global warming) telah menimbulkan banyak efek buruk terhadap iklim dunia. Salah satu kutipaan dari Yale Center yang bekerjasama dengan CNN dalam mengupas PLANET IN PERIL:

 “In that case, the world would lose Shanghai, Tokyo, Amsterdam, Venice and New York. In the US, 50 million people live below that sea level. China would have 250 million displaced persons. Bangladesh would produce 120 million refugees, practically the entire nation. India would lose the land of 150 million people.

Di Indonesia hal ini telah terjadi seperti meningkatnya curah hujan sehingga mengakibatkan banjir, tanah longsor, juga seringnya gempa bumi dan bahkan 3 tahun yang lalu terjadi tsunami di tanah rencong, NAD, dan daerah sekitar Nias. Kematian dan bencana telah menjadi tujuan wisatawan. Masyarakat dunia sepertinya telah meninggalkan turisme tradisional, menuju sebuah alternatif baru yang disebut dengan turisme post-modern (Posmo). Continue reading ‘Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.’