Oleh : Darman Zebua
Pemanasan global (Global warming) telah menimbulkan banyak efek buruk terhadap iklim dunia. Salah satu kutipaan dari Yale Center yang bekerjasama dengan CNN dalam mengupas PLANET IN PERIL:
“In that case, the world would lose Shanghai, Tokyo, Amsterdam, Venice and New York. In the US, 50 million people live below that sea level. China would have 250 million displaced persons. Bangladesh would produce 120 million refugees, practically the entire nation. India would lose the land of 150 million people.
Di Indonesia hal ini telah terjadi seperti meningkatnya curah hujan sehingga mengakibatkan banjir, tanah longsor, juga seringnya gempa bumi dan bahkan 3 tahun yang lalu terjadi tsunami di tanah rencong, NAD, dan daerah sekitar Nias. Kematian dan bencana telah menjadi tujuan wisatawan. Masyarakat dunia sepertinya telah meninggalkan turisme tradisional, menuju sebuah alternatif baru yang disebut dengan turisme post-modern (Posmo).Fenomena ini telah mengembangkan dan menggeser pengejaran tujuan dari ekoturisme ke turisme warisan budaya yang lebih jujur, murni, hal yang berkait dengan masyarakat lokal (pribumi), dan tribal things menuju ke “darkwisata” (sebuah istilah dalam konsepsi akademis yang berhubungan dengan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkait dengan kematian (death-related).Terminologi “darkwisata” ini diperkenalkan oleh Malcolm Foley and J John Lennon (1996), melalui buku mereka “Dark Tourism: The Attraction of Death and Disaster”. Meraka mendisktipsikan Dark Tourism sebagai :
“The phenomenon which encompasses the presentation and consumption (by visitors) of real and co modified death and disaster sites”.
Sebuah tragedi bencana atau yang berkaitan dengan kematian, menjadi pusat pemberitaan dunia yang dari sisi lain telah menimbulkan keinginan orang-orang untuk melihatnya secara langsung, untuk sekedar menambah pengalaman hingga mengenang dan mengambil hikmah dari tragedi itu.Hal ini mengigatkan kita yang terjadi dengan Ground Zero bom Bali, Ground Zero World Trade Center New York, kapal Titanic di The Maritime Museum of Atlantic di Halifax, Nova Scotia. Tempat-tempat ini merupakan tourist spot yang saat ini menggaet banyak wisatawan. Selain dari sisi mendatangkan wisatawan, peran penting Dark Toursim sangat berperan penting dalam upaya dokumentasi sejarah. Jenis wisata ini akan mendorong semua pihak yang terlibat dalam studi sejarah maupun sosial budaya akan memberikan sumbangan besar untuk menggali dan melestarikan dokumentasi-dokumentasi penting .
Momentum ini dapat digunakan untuk memperkuat pariwisata nias yang telah sekian lama berada di titik kejenuhan, baik dari segi destinasi pariwisata nias, produk pariwisata nias, dan juga negara target wisatawan
Terjadinya tsunami di sebagian daerah nias, dan gempa yang maha dahsyat di nias menjadi sebuah kesempatan alternatif yang dapat ditawarkan oleh pariwisata nias. Dengan makin membaiknya keadaan di nias, memungkinkan menjadikan nias salah satu destinasi darkwisata di Indonesia. Tentu wisatawan posmo ini bertujuan untuk melihat tempat terjadinya tsunami dan gempa di pulau nias.
-
Penulis adalah independent traveler, dan dengan senang hati ber-brainstorming dengan para netter.
-
© de zebua
-
e-mail : dezebua@yahoo.com



KOMENTAR TERAKHIR