“Nias Tourism” di Third wave (Google.com VS Yahoo.com)

Oleh : Darman Zebua 

Trend wisata dunia di era gelombang ketiga (third wave-Alvin Toffler) berhadapan dengan “time poor-money rich people” (punya harta tetapi miskin waktu), telah mengharuskan pemerintah, pelaku wisata melakukan inovasi terhadap pariwisata, dimana hal ini telah dimulai sejak 2001. 

Pemerintah membuat target pasar dengan prioritas negara jiran (short haul) dan regional (medium haul), dan bahkan paket wisata yang bervariasi. Dalam era gelombang ketiga ini muncul berbagai displin ilmu, dunia  terbentuk menjadi “e-planet earth” (knowledge Era/information era).Dengan perkembangan pariwisata yang pesat di era ini, sehingga terbentuknya berbagai metode dalam berbagai aspek di pariwisata. Saat ini industri pariwisata menjadi sebuah indutri terbesar di dunia (Global Paradox-John Naisbitt). Sebuah motto Knowledge era:

“Computer literate generation, sehingga if you are not online-you are not on sale”. 

Dunia yang telah menjadi datar (flat) dan terhubung (connected) satu sama lain terbentuk dari kebutuhan-kebutuhan (needs) di era ketiga ini. Adanya Internet memudahkan orang dalam berbagai hal, yang salah satunya adalah  kemudahan dalam memperoleh informasi mengenai produk atau jasa yang hendak dibeli,  telah dikemas dalam sebuah website.Pariwisata nias juga telah memanfaatkan media ini, walaupun hingga saat ini belum ada sebuah website khusus pariwisata nias (officially-government), akan tetapi sudah mulai banyak website, blog, foto tentang “nias tourism” yang dikelolah oleh orang-orang nias maupun non nias, walaupun hanya menjadi salah satu ketegori.  Di mesin pencari (search engine), yang dalam hal ini penulis menggunakan search engine google.com dan yahoo.com dengan kata kunci “nias tourism” (Dengan pertimbangan mesin pencari ini yang paling sering digunakan). Hasil dapat dilihat di bawah ini :Search engine “nias tourism”Google VS Yahoo 

Jenis Serch Engine  Urutan Pertama Jumlah Penelusuran
Google www.yaahowu.com 191,000
Yahoo www.nias.tk 185,000

 Sumber : google.com dan yahoo.com (17-01-2008) Wisatawan posmo (post-modern) saat ini  memiliki uang akan tetapi tidak mempunyai waktu memerlukan  media yang cepat, dengan informasi yang akurat tentang tujuan wisata mereka. Bahkan cara-cara konvesional seperti guide book, tourist map, brosur telah mulai adanya pengalihan ke e-planet earth terutama di negara-negara maju. Maka yang paling termudah bagi calon wisatawan adalah “Nongkrong di aserach engine” dengan pilihan berita yang beragam tentang tujuan wisata tersebut. Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik Direktorat Sarana Promosi Depbudpar mengatakan pada 2006, 56 persen wisatawan yang datang ke Indonesia mencari informasi tujuan wisata dari internet.  Semoga pemerintah, pelaku pariwisata dan masyarakat nias mampu melihat trend ini, tentu dengan sebuah hati nurani yang ingin mengembangkan pariwisata nias. “Visit Indonesia 2008 – Nias “truly east”

  •  Penulis adalah independent traveler, dan dengan senang hati  ber-brainstorming dengan para netter.© de zebua
  • www.dezebua.wordpress.com