Archive for the 'Visit de Nias-Indonesia 2008' Category

Lonely Planet Bluelist: The Best in Travel 2008 Friendliest Countries

Indonesia dengan keragaman budaya dan etnik telah menjadikan Indonesia menjadi urutan kelima sebagai negara yang paling bersahabat tahun ini.

Hii, go Indonesia smile, go Nias Smile !

“Time after time, these are the places where the welcome is warm. Explore the world’s friendliest countries as nominated by Lonely Planet in the latest edition of their Bluelist 2008 book”..

Ireland
Centuries of turmoil, conquest and famine — and subsequent immigration — have certainly taken their toll on the Irish: it’s left them with a deliciously dark sense of humour and a welcoming attitude towards strangers. That famous ability of the Irish — to find craic (fun times with convivial company) in boom or bust times — means you’re always in for a treat. These days, after the end of the ‘Troubles’, a cautious optimism reigns supreme, infecting the land once again with the sense that anything’s possible. Continue reading ‘Lonely Planet Bluelist: The Best in Travel 2008 Friendliest Countries’

Ya’ahowu : “ Visit Indonesia 2008 – Visit Nias 2008”

Oleh : Darman Zebua

zebua-logo-2.jpg   

Berdasarkan data yang dikutip dari WTO (World Tourism Organization)  pariwisata dikategorikan kedalam kelompok industri terbesar dunia (the world’s largest industry ), seperti diungkapkan  oleh John Naisbitt dalam buku Global Paradox. WTO mengatakan 8 persen dari ekspor barang dan jasa, yang pada umumnya berasal dari sektor pariwisata.  Pariwisata telah menjadi penyumbang terbesar dalam perdagangan internasional dari sektor jasa, kurang lebih 37 persen, termasuk 5-top exports categories di 83% negara WTO, sumber utama devisa di 38% negara dan di Asia Tenggara pariwisata dapat menyumbangkan 10 –12 persen dari GDP serta 7 – 8 persen dari total employement. Continue reading ‘Ya’ahowu : “ Visit Indonesia 2008 – Visit Nias 2008”’

Visit Indonesia 2008, “is the revenge of Rasa Sayang-e”.

Oleh : Darman Zebua 

darman1-copy.jpgdarman1-copy.jpg

 

Rasa sayange yang merupakan folklore dari daerah Maluku sebagai “theme song” iklan pariwisata malaysia, yang mereka sebut Tahun Melawat Malaysia (TMM) 2007.  Berdasarkan informasi dari website official Tahun Melawat Malaysia mengklaim 21 juta wisatawan telah mereka gaet datang ke Malaysia tahun lalu., sehingga dengan keberhasilan ini pemerintah malaysia memperpanjang program ini hingga pertengahan tahun ini. Continue reading ‘Visit Indonesia 2008, “is the revenge of Rasa Sayang-e”.’

“Nias Tourism” di Third wave (Google.com VS Yahoo.com)

Oleh : Darman Zebua 

Trend wisata dunia di era gelombang ketiga (third wave-Alvin Toffler) berhadapan dengan “time poor-money rich people” (punya harta tetapi miskin waktu), telah mengharuskan pemerintah, pelaku wisata melakukan inovasi terhadap pariwisata, dimana hal ini telah dimulai sejak 2001. 

Pemerintah membuat target pasar dengan prioritas negara jiran (short haul) dan regional (medium haul), dan bahkan paket wisata yang bervariasi. Dalam era gelombang ketiga ini muncul berbagai displin ilmu, dunia  terbentuk menjadi “e-planet earth” (knowledge Era/information era). Continue reading ‘“Nias Tourism” di Third wave (Google.com VS Yahoo.com)’

Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias

Oleh : Darman Zebua  

Ketika sebuah pertanyaan timbul mengenai nias, apa sesungguhnya kekuatan atau daya tarik pariwisata nias  yang membedakannya dengan negara lain, sehingga layak dijual ? 

Banyak orang akan menjawab karena keindahan alamnya, budaya yang unik, megalit yang telah berumur ribuan tahun atau karena nilai arsitektur rumah tradisonalnya. Mungkin jawaban itu menjadi sebuah jawaban yang tepat (akan tetapi ini hanya bagi orang yang belum pernah melakukan perjalanan wisata ke mancanegara yang belum pernah melihat alam, budaya, peninggalan sejarah negara lainnya). Continue reading ‘Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias’

Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.

Oleh : Darman Zebua

Pemanasan global (Global warming) telah menimbulkan banyak efek buruk terhadap iklim dunia. Salah satu kutipaan dari Yale Center yang bekerjasama dengan CNN dalam mengupas PLANET IN PERIL:

 “In that case, the world would lose Shanghai, Tokyo, Amsterdam, Venice and New York. In the US, 50 million people live below that sea level. China would have 250 million displaced persons. Bangladesh would produce 120 million refugees, practically the entire nation. India would lose the land of 150 million people.

Di Indonesia hal ini telah terjadi seperti meningkatnya curah hujan sehingga mengakibatkan banjir, tanah longsor, juga seringnya gempa bumi dan bahkan 3 tahun yang lalu terjadi tsunami di tanah rencong, NAD, dan daerah sekitar Nias. Kematian dan bencana telah menjadi tujuan wisatawan. Masyarakat dunia sepertinya telah meninggalkan turisme tradisional, menuju sebuah alternatif baru yang disebut dengan turisme post-modern (Posmo). Continue reading ‘Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.’